Mengembangkan Kreativitas Melalui Berpikir Mengembang

Sumber: Dictio Community.com
Selain menulis, selalu berpikir mengembang juga salah satu cara agar kreativitas kita dapat berkembang. Berpikir mengembang atau divergent thinking adalah kemampuan menjelaskan,menganalisis, dan mengembangkan suatu konsep. Dari satu pengertian sederhana sebuah objek dapat berkembang menjadi beberapa pengertian. Dari satu kalimat dapat berkembang menjadi beberapa kalimat. Konsep berpikir mengembang tersebut cukup sederhana tetapi tidak semua orang terampil melakukannya dan berpikir mengembang ini sangat berpengaruh pada pola berpikir kita dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika memecahkan masalah maupun ketika menjadi pemimpin di masyarakat. Misalnya, ketika menjadi speaker atau ketika berusaha menyampaikan gagasan di depan publik atau ketika menjadi pembina upacara, dll., kadang-kadang ada yang tiba-tiba gagap atau terbata-bata dalam mengemukakan gagasannya dan ada juga yang tiba-tiba blank atau lupa apa yang akan disampaikan. Kejadian seperti ini juga banyak kita temukan dikalangan mahasiswa yakni ketika ingin menyampaikan gagasannya di depan kelas atau pada saat menyusun karya tulis ilmiah. Banyak dari mereka yang kurang lancar atau bahkan tiba-tiba diam pada saat bereksplorasi atau berkomunikasi dengan teman-temannya atau bahkan berada dalam suatu forum diskusi tertentu. Hal itu disebabkan karena kurangnya latihan, padahal mereka sebenarnya memiliki potensi itu, hanya saja kurang terlatih sehingga kemampuan berpikir mengembangnya tidak bekerja secara optimal.
Menurut Irma Damajanti, 2006 bahwa ada tiga tolok ukur seseorang tersebut dapat dikatakan mampu berpikir mengembang yakni kelancaran, fleksibiltas, dan orisinalitas. Kelancaran yang dimaksud adalah kelancaran dalam menemukan satu gagasan dan mengembangkan gagasan-gagasan lainnya. Sedangkan fleksibilitas adalah kelenturan, kemudahan dalam menggunakan berbagai pendekatan. Ia mampu menjelaskan sebuah konsep menggunakan pendekatan yang berbeda-beda dari sudut pandang yang berbeda-beda pula, dan yang terakhir adalah orisinalitas, maksudnya adalah keaslian gagasan yang dijelaskan. Apa yang disampaikan berasal dari dirinya sendiri sesuai dengan pemahamannya bukan copy paste dari internet atau sumber-sumber lain. Dari ketiga tolok ukur kemampuan berpikir mengambang, memerlukan latihan yang cukup keras untuk memilikinya, tidak hanya sekali atau dua kali tetapi harus dilakukan secara kontinu agar kita cenderung berpikir mengembang, sebagaimana kata pepatah ala bisa karena biasa, kita bisa karena sering melakukannya.
Untuk melatih kemampuan berpikir mengembang tersebut ada dua teknik yang ditawarkan oleh Momon Sudarmo dalam bukunya yang berjudul Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kreatif. Kedua teknik tersebut adalah Teknik Serial dan Teknik Pemetaan. Teknik serial adalah semacam permainan sederhana yang menuntut seseorang untuk mengembangkan penjelasan secara berulang, berkelanjutan dan mengembang tanpa mengubah makna dari konsep yang sebenarnya. Teknik ini dapat diterapkan dalam pembelajaran, yang mana siswa diminta berpikir satu objek tertentu lalu diminta menjelaskan pengertiannya. Misalnya jika terdapat 20 orang siswa dalam satu kelas maka mulai dari siswa pertama menjelaskan satu pengertian sederhana lalu dilanjutkan oleh teman berikutnya sampai ke siswa 20. Sebagai contoh, pengertian tentang meja. Meja secara sederhana adalah salah satu jenis mebel atau perabot yang permukaannya datar, dapat dikembangkan oleh siswa lain menjadi, meja adalah salah satu jenis mebel atau perabot yang permukaannya datar dan memiliki 3 atau 4 penyangga dst sampai siswa ke 20 harus mengulang kalimat pertama lalu menambahkan kalimatnya sendiri. Supaya adil, maka hendaknya seorang guru meminta siswa 1 sampai ke 10 mengulang kembali pengertian tentang meja secara lengkap.
Dari penjelasan teknik tersebut, penulis menilai bahwa selain melatih kemampuan berpikir mengembang siswa juga meningkatkan daya ingat siswa,karena siswa diminta menjelaskan ulang sebuah konsep dari awal sampai akhir dan tentunya dalam proses ini siswa harus berusaha keras memahami sebuah objek agar tidak hanya sekedar mengingat tetapi memahami semesta pembicaraan dengan baik. Adapun teknik yang kedua adalah teknik pemetaan. Teknik ini sebenarnya tidak asing lagi di telinga para pengajar. Teknik ini juga disebut peta konsep. Teknik ini sering diterapkan dalam pembelajaran baik pada level sekolah menengah maupun level perguruan tinggi. Teknik ini sangat membantu kita memahami suatu konsep dengan sangat baik karena penjelasannya dilakukan dalam sebuah bagan dengan sangat terperinci, mulai dari pengertiannya, pembagiannya, sampai menjelaskan contoh-contohnya dari sebuah konsep atau objek pembahasan kita. Tujuannya tiada lain memperluas wawasan kita mengenai aspek-aspek apa saja yang terkait dengan objek pembahasan atau masalah yang kita bahas. Misalnya pengertian tentang meja. Meja dapat dijelaskan seperti berikut (dalam bentuk bagan ya) Meja terbuat dari kayu atau besi. Meja memiliki banyak fungsi yakni dapat digunakan sebagai tempat menaruh makanan dan dapat diletakkan diruang tamu, ruang makan, dst. Meja juga sebagai pelengkap dari sebuah kursi, dst.
Dari kedua teknik berpikir mengembang diatas, penulis mengajak kepada para pembaca, mari menerapkan kedua teknik tersebut dalam pembelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari agar kreativitas berpikir kita makin berkembang sehingga kita dapat menjadi seorang kreator yang handal dibidang kita masing-masing. Sebagai latihan silahkan kembangkan pengertian tentang cinta, benci, keluarga, menulis, dan profesi. Mari terus belajar.
Mantap dinda
BalasHapusSyukron bu
Hapus