Throwback Kasus Virus Corona dan Peran Matematika


Siapa sih yang tidak mengenal virus corona yang hingga kini kisahnya belum berakhir? Penulis yakin, semua masyarakat di seluruh dunia pasti mengenal namanya. Walaupun hanya orang-orang tertentu yang pernah melihatnya melalui mikroskop, virus corona sangat terkenal kisahnya kurang lebih enam bulan terakhir ini di seluruh penjuru dunia. Namanya disebut juga Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), sebab pertama kali merebak akhir tahun 2019 yang berawal dari kota Wuhan,Cina hingga ke seluruh penjuru dunia. Menurut berita yang beredar di media sosial, koran, dan televisi, beberapa bulan yang lalu kemunculan virus corona dipermukaan bumi disebabkan oleh sebagian penduduk yang berada di Kota Wuhan, Cina memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan ekstrim yang berasal dari hewan bergigi taring dan buas, seperti ular, kelelawar, buaya, dan lain sebagainya. Menurut penduduk Wuhan, selain makanan tersebut rasanya enak juga baik untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat dan selalu fit setiap hari namun saat mengolah hewan tersebut menjadi makanan yang lezat bagi mereka, ditemukan para pedagang di kota Wuhan tidak menjaga kebersihan hewan tersebut sebelum diolah menjadi makanan yang siap dikonsumsi sehingga digembor-gemborkan virus corona berasal dari hewan yang dikonsumsi oleh penduduk Wuhan, Cina yang tidak terjaga kebersihannya dan akhirnya mulai menular ke penduduk Wuhan, lalu ke seluruh dunia.

Menurut para ilmuan yang meneliti, perkembangbiakan virus corona dilakukan dengan cara membela diri, mereplikasi diri, hingga bermutasi sehingga menyebabkan virus corona sangat cepat menular pada manusia, yang awalnya hanya bermutasi ke bakteri, hewan, namun kini bermutasi ke manusia dengan cara menginfeksi sel inang yang sehat pada tubuh manusia melalui saluran pernapasan. Adapun gejalanya pada manusia dapat diketahui ketika mengalami tanda-tanda seperti flu, batuk, sesak nafas, dan suhu tubuh yang tinggi. Walaupun demikian, tentang positif atau negatifnya seseorang terinfeksi virus corona dapat diketahui setelah melakukan rapid tes covid-19 dan swab tes covid-19. Jadi, apabila anda mengalami atau menemukan tanda-tanda tersebut pada seseorang, segera hubungi dokter atau datang ke rumah sakit atau puskesmas sebab apabila tidak segera mendapat penanganan dari dokter maka dapat menyebabkan sakit bahkan kematian dalam waktu yang singkat.

Telah mendapat penanganan atau tidak dari petugas kesehatan hingga kini kasus virus corona telah mencapai 11 juta jiwa di seluruh dunia pertanggal 5 Juli 2020, yang mana 6 juta diantaranya sembuh, 5 ratus ribuan diantaranya meninggal, dan 4 juta yang dalam perawatan Terkhusus di Indonesia, pertanggal 5 juli 2020, jumlah kasus virus corona telah mencapai 63.749 orang, 29.105 dinyatakan sembuh, 3.171 orang yang meninggal dunia, dan sisanya dalam perawatan, (www.tribunnew.com). Tingginya kasus positif virus corona dapat digambarkan dalam bentuk kurva seperti berikut;

Kurva diatas menunjukkan kasus virus corona semakin melaju ke atas, dan gambaran kurva tersebut dapat dikaitkan dengan konsep eksponensial pada teori matematika. Dengan fokus permasalahan pada dua hal yakni pertama, fokus pada perkembangbiakan satu virus corona yang dapat membela diri menjadi 2 bagian setiap harinya dan kedua, fokus pada jumlah korban yang terpapar virus corona. Dalam kasus ini, persamaan eksponensial yang dapat terbentuk adalah y = 2x, dengan catatan y sebagai banyaknya orang yang terinfeksi atau banyaknya virus corona yang berkembang biak, dan x sebagai banyaknya hari bagi yang terpapar virus corona atau banyaknya hari bagi virus corona untuk berkembang biak. Misalnya, jika 1 virus corona membela diri menjadi 2 dalam 1 hari maka akan di perolah 2 virus corona atau jika 1 virus corona membela diri menjadi 2 dalam waktu  6 hari maka akan diperoleh 64 virus corona, begitu seterusnya sampai 30 hari maka akan diperoleh 3.072 virus corona. Hitungan tersebut hanya dalam hitungan terbatas, lalu bagaimana jika virus corona dalam jumlah banyak yang membela diri? Maka akan tak terhingga banyaknya virus corona di permukaan bumi ini dan bagaimana jika manusia terpapar virus corona dan membela diri didalam tubuh manusia, maka akan ditemui ribuan bahkan jutaan virus jahat yang dapat merusak organ tubuh manusia.

Seiring bertambahnya jumlah virus corona maka tak dapat pula dipungkiri jumlah korban yang terpapar juga ikut meningkat dari waktu ke waktu, sebab virus jahat ini menular melalui udara dan dapat bertahan pada benda mati beberapa jam sehingga sangat mudah bermutasi ke manusia. Oleh karena itu, sangat perlu memperhatikan himbauan pemerintah agar kita semua dapat terhindar dari virus corona. Bagaimana caranya? Yah kita harus mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak pada saat berada ditempat-tempat umum sekitar 1 meter, rajin mencuci tangan, membawa handsanitizer, mengonsumsi makanan yang bergizi agar tubuh kebal dari virus, menjaga kebersihan setiap saat dan yang paling penting adalah tetap bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan tetap dirumah aja sampai bumi kita pulih seperti sedia kala.

Berdasarkan tulisan diatas, penulis hanya bermaksud menyampaikan ulang sekaligus mengingatkan bahwa kita semua berada pada kondisi yang tidak sedang baik-baik saja, walaupun dikatakan saat ini kita berada pada era new normal, pembatasan sosial skala besar dibuka atau unlockdown, yang mana pemerintah mengajak masyarakat untuk kembali ke kehidupan normal, bebas berkumpul ditempat-tempat umum, dan bebas bepergian dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Penulis pikir hal itu bukan pilihan yang tepat saat ini. Penulis mengajak mari kita tetap dirumah jika tidak memiliki cukup kepentingan di luar rumah. Jika kita bisa melakukan pekerjaan via online, sebaiknya jadikan pilihan utama namun jika harus keluar rumah sebaiknya memperketat protokol kesehatan pada diri kita agar terhindar dari virus corona. Diri kita selamat, keluarga kita juga selamat, tetangga kita selamat, teman kita selamat, petugas kesehatan selamat dan bebannya jadi ringan, pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal bisa kembali ke posisi semula,  sekolah dan kampus bisa cepat kembali melakukan aktivitasnya sebagai pencetak generasi penerus bangsa, kita semua tidak khawatir lagi, dan Negara Indonesia normal kembali dan pemerintah dapat melanjutkan program-programnya yang tertunda sehingga masyarakat Indonesia maju dan makmur. Wallahua’lam.

                                                                                                    

                                                                                                               Created by Sri Wahyuni


 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermain Sekaligus Bermatematika

SEMINAR PROGRAM KERJA MAHASISWA KKN POSKO 79 DESA PANYILI KABUPATEN BONE TAHUN 2025

Quotes 1