I have No Idea, What I'm Doing

Siapapun yang
sudah berkomitmen untuk melakukan sebuah kebaikan, pasti menemui hambatan entah
hambatan itu ringan, sedang, atau berat. Sebagaimana perkataan Ustadz Adi
Hidayat dalam ceramahnya di youtube, bahwa ada 99 takwa dan ada 99 nafsu. Setiap
kebaikan yang kita ingin lakukan pasti diikuti oleh keburukan sehingga dalam
hal ini sangat wajib bagi kita untuk selalu menghadirkan Allah di setiap
aktivitas kita, baik itu sifatnya ringan maupun berat agar kita bisa terhindar
dari keburukan diri kita sendiri maupun makhluk ciptaanNya.
Begitupun dalam
menulis. Menulis juga salah satu bentuk kebaikan yang dilakukan oleh manusia,
karena dengan menulis kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman ke sesama manusia.
Nah, dalam setiap proses menulis apalagi sebagai seorang pemula atau mereka
yang benar-benar telah berkomitmen untuk menulis dengan niat berbagi ke sesama,
pasti menemui banyak hambatan. Hambatan itu bermacam-macam, ada hambatan dari
dalam diri si penulis dan ada dari luar diri si penulis. Jika dari luar diri si
penulis, kemungkinan besar masih bisa di manage apalagi jika hal itu berkaitan
dengan pekerjaan kantor atau urusan keluarga. Kita masih bisa mencari solusi
untuk segera menyelesaikannya tanpa menunggu waktu yang lama, entah itu kita
meminta pertolongan orang lain atau keluarga kita sendiri. Begitupula urusan
keluarga, kita masih bisa menjelaskan kepada keluarga untuk memahami keadaan
kita. Tetapi lain halnya jika hambatan itu memang berasal dari diri kita
sendiri. Kita akan cukup sulit untuk menulis jika tidak segera diatasi dengan
baik. Misalnya sulitnya kita menemukan ide-ide menulis, kalaupun telah
menemukan ide menulis, dalam proses menyelesaikan tulisan kita kadang mandek di
tengah jalan, entah itu kita tiba-tiba blank, kita tidak tahu harus menulis apa
untuk paragraf selanjutnya atau tiba-tiba rasa malas menyapa dalam diri kita,
kurang semangat untuk menyelesaikan tulisan.
Nah untuk
persoalan dari dalam diri sendiri, penulis punya beberapa tips sederhana yang
bisa kita lakukan agar kita bisa mengatasi hambatan-hambatan yang kita alami dari
dalam diri kita. Jika berkaitan dengan persoalan kita tidak memiliki ide (i have no idea) untuk menulis, bukan
berarti kita berhenti menulis ya. Kita tetap menulis, menulis apapun, panjang
ataupun pendek kalimat yang kita tulis tidak menjadi masalah, yang paling penting
hari itu atau saat itu kita tetap menulis, bagus atau kurang bagus tetap
menulis, entah itu kita menulis di laptop atau menulis di sosial media misalnya
whatsapp atau instagram. Tujuannya tiada lain agar dapat memancing otak kita
untuk berpikir sehingga ide-ide tulisan itu dapat mengalir dengan mudah seperti
saat-saat kita menulis sebelumnya. Opsi kedua, kita harus membaca. Membaca buku
atau artikel apa saja di internet dan jangan lupa tulis kembali apapun yang
bisa dipahami setelah membaca. Kalau penulis sendiri, setelah membaca, menulisnya
langsung di whatsapp hehe dijadikan story saat itu. Dan alhamdulillah hal ini
bekerja dengan baik. Jadi sering-seringlah menulis di media sosial, selain kita
berbagi ke sesama kita pun melatih otak
kita untuk selalu produktif dalam berkomunikasi melalui tulisan di media
sosial. Opsi ketiga dari penulis yaitu cobalah keluar sejenak dari rumah
minimal membawa diri kita duduk-duduk santai di teras rumah sambil menikmati
udara pagi atau sore hari dengan secangkir teh hangat dan bercengkerama bersama
keluarga tercinta. Dengan begitu rasa penat dalam diri bisa kembali pulih
seperti sedia kala, layaknya laptop harus di refresh terlebih dahulu supaya
kembali segar dan tidak lambat loading. Opsi keempat dari penulis, membaca
Al-Quran secara rutin setiap selesai shalat subuh dan magrib. Menurut Abdul
Malik bin Umar bahwa manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca
Al-Quran dilanjutkan pula oleh Al-imam Qurtubi, barang siapa yang membaca
Al-Quran maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai
100 tahun dan diperkuat pula oleh hasil penelitian yang mengatakan bahwa
membaca Al-Quran dapat meningkatkan kecerdasan hingga 80 %, sehingga tak heran
jika di subuh hari setelah menunaikan kewajiban sebagai umat Islam, kita kadang
menemukan banyak rencana kegiatan untuk di agendakan hari itu. Dan opsi
terakhir dari penulis, selalu berdoa memohon petunjuk agar kita diberi kekuatan
dan kecerdasan pikiran untuk menuangkan ide-ide menarik dalam bentuk tulisan
yang dapat bermanfaat untuk diri kita juga orang lain.
Itulah beberapa
tips sederhana dari penulis yang penulis lakukan, saat berada dalam kondisi i have no idea dan menariknya tulisan
ini lahir karena memang pada saat ini tak memiliki ide menarik yang dapat
ditulis untuk melanjutkan tulisan yang telah ditulis sebelumnya dengan judul
tulisan yang berbeda. Jadi, kesimpulannya saat tak memiliki ide untuk menulis,
justru itulah sebenarnya idenya i have no idea, what i’m doing, tetap menulis
seperti yang penulis lakukan ini.
Akhir kata,
tidak ada kesuksesan yang diperoleh secara instan dan tidak ada juga kesuksesan
yang diperoleh dengan mulus, semuanya melalui proses dan kerja keras dan hanya
orang-orang yang berkarakter kuat yang akan menang melalui hambatan itu.
Wallahua’lam.
Menarik tipsnya. Sederhana ttp butuh pembiasaan
BalasHapusTerima kasih sdh menemukan blognya dan terima kasih sdh berkomentr
BalasHapus