Terima Kasih
Mengawali tulisan ini saya
mengutip sebuah hadis yang artinya barangsiapa
yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: 'Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu
dengan kebaikan)', maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa
syukurnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2035), dan juga hadis yang artinya tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa
yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Berdasarkan hadis diatas maka sebagai
makhluk sosial sangat dianjurkan untuk mengucapkan terima kasih kepada sesama manusia
sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. atas kebaikan yang diperoleh dalam
hal apapun dan sekecil apapun bentuknya. Ungkapan terima kasih meskipun sangat
simple namun sangat perlu dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, melalui tulisan ini
saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Wardana, M.Pd.I selaku dekan
Fakultas Tarbiyah IAIN Bone, yang telah meminta saya ketika itu untuk mengikuti
pelaksanaan Workshop Editing and Writing Naskah
Buku yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN
Bone di Hotel Novena, Watampone. Berkat beliau, saya mengenal sosok inspirator
dalam dunia kepenulisan, Bapak Dr. Ngainum Naim sebagai narasumber pada
kegiatan tersebut. Beliau memaparkan materi kepenulisan dengan sangat apik hari
itu, hingga saya merasa sedikit punya semangat dan keberanian untuk mau belajar
banyak dari beliau tentang kepenulisan. Tak lupa pula saya haturkan terima
kasih kepada Ibu Evelina Satria Salam, M.Pd. yang telah mengajak saya ketika
itu untuk bergabung dengan dosen-dosen senior yang piawai merangkai kata dan menggerakkan
jemari-jemarinnya membuat tulisan yang bertema Guruku Inspirasiku. Sebenarnya saat itu ada rasa malu menyelimuti
diriku, malu level 2 seperti yang dikatakan Bapak Dr. Ngainum Naim, malu
tulisannya di baca orang lain, sebab merasa masih pemula dan belum memiliki
banyak pengalaman dan bahasa tulisan masih sangat standar untuk level S2,
mungkin karena jarang diasah sehingga demikian adanya namun dengan modal nekat dan
keberanian saya memutuskan bergabung dengan mereka dan menyodorkan tulisan kepada
pengelolah hari itu walaupun sangat sadar tulisannya masih sangat jauh dari kata
menarik, tetapi saya abai terhadap perasaan itu. Saya hanya membatin kalau mau
maju harus berani melangkah, apapun resikonya. Ini adalah kesempatan dan
peluang saya untuk mengasah keterampilan menulis. Tetapi alhasil hanya sekedar
semangat sesaat, berikutnya belum ada tulisan yang diakhiri dengan tanda titik.
Waktu terus berjalan, melanjutkan
perjuangan untuk mengasah keterampilan menulis masih stagnam, tidak ada
semangat menulis, barulah semangat menulis mulai muncul kembali setelah virus
corona hadir dipermukaan bumi dan meresahkan banyak penduduk bumi hingga ke
berbagai negara termasuk bumi pertiwiku,Indonesia sehingga pemerintah Indonesia
menerapkan kebijakan bekerja dari rumah dengan istilah Work From Home (WFH). Semua instansi termasuk sekolah dan kampus ditutup
sementara dan para pegawainya diwajibkan bekerja dari rumah, tak terkecuali
saya yang berprofesi sebagai dosen turut mematuhi aturan tersebut. Dalam kesempatan
inilah saya kemudian memanfaatkan waktu untuk mulai menulis kalimat-kalimat
pendek di Instagram bermodal rasa dan pengalaman yang dilalui. Hari demi hari
selama masa WFH saya menulis beberapa kalimat pendek atau Quotes di Instagram dan Whatsapp,
hingga suatu ketika ada teman mengajak untuk menulis pengalaman tentang masa
WFH. Saya pun ikut bergabung dan tak terduga tulisan saya diterima oleh
penerbit, sekarang masih proses editing di
editor. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada rekanku, Ibu Irmayanti,
M.Pd. telah berbagi informasi tentang ajakan menulis pengalaman Kuat Melawan Corona.
Tentu saja setelah kegiatan
menulis pengalaman yang diadakan oleh penerbit litera itu usai, semangatku
makin besar untuk menulis.Tulisan-tulisan pendek mulai rutin saya posting baik
di Instagram maupun Whatsapp dan ketika saya posting tentang motivasi untuk
menulis 1 artikel di blog setiap tahun via whatsapp dibaca oleh salah seorang
dosen senior yang sangat piawai berbahasa arab. Beliau mengajak saya ikut melanjutkan
perjuangan untuk menulis dengan menjadi peserta pejuang menulis karya di group Whatsapp Book Writing Program Bone
yang dibimbing langsung oleh Bapak Dr. Ngainum Naim dan difasilitasi oleh LP2M.
Tanpa berpikir panjang saya menyetujui ajakan beliau. Untuk itu, saya ucapkan
terima kasih kepada Bapak Dr. Muhammad Rusydi telah membantu saya berproses
hingga saat ini dalam dunia kepenulisan.
Saya tidak menduga postingan saya
di Whatsapp berbuah manis, semanis
gula dalam tulisan Ibu Syamsidar HS (maaf belum tahu gelar). Saya ingin
menyebutnya ini adalah salah satu rezeki tak terduga dari Allah SWT, untuk itu
saya ucapkan terima kasih Ya Razzak atas rezekinya, saya bisa bergabung dengan
dosen-dosen senior yang berpengalaman dalam bidang mengajar, membimbing,
melatih, mahasiswa maupun menulis karya. Saya mengucap syukur tak henti-hentinya
hingga saat ini kepada Allah SWT, atas limpahan rahmat dan rahimNya kepada saya
hingga saya dipertemukan kembali walaupun dalam meeting virtual by whatsapp dengan
para pecinta ilmu dan pegiat literasi khususnya Bapak Dr. Ngainum Naim yang
telah menjadi inspirator saya dalam dunia kepenulisan. Untuk itu pula, saya
ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ngainum Naim yang dari awal paragraf saya
sebut namanya namun lupa mengucapkan terima kasih sudah menerima saya dalam
grup untuk berproses dalam dunia menulis dan terima kasih pula atas komentarnya
pekan lalu diartikel kedua.
Saya tak menduga bisa menulis 2
artikel dalam 2 pekan. Yah walaupun saya tahu dan sangat sadar tulisannya masih
jauh dari kata sempurna, tetapi setidaknya saya sudah berupaya untuk menulis.
Memang ini tidak mudah bagi saya, yang notabenenya bidang matematika tahunya
cuma menghitung angka dan menurunkan rumus. Saya hanya selalu berpikir, untuk
merangkai kata-kata yang indah dan menarik dibaca itu tugas para pecinta
sastra, ternyata tidak harus demikian. Bisa dilakukan oleh siapapun. Betapa sempitnya
ruang pemikiranku.
Saya tak menduga pula sudah beberapa
paragraf yang saya tulis di atas, terima kasih diriku yang telah berjuang
sejauh ini. Ide ini kudapatkan Ahad pagi setelah menjalankan ritualku sebagai
umat Islam. Memang betul kata Bapak Dr. Ngainum Naim, ia yang pemikir belum
tentu penulis. Jauh-jauh hari sebelum mengangkat jemari-jemari untuk menulis di
laptop, saya hanya selalu berpikir ide-ide menulis tetapi belum ada dorongan
yang besar untuk menulis artikel dan tak kuduga saya bisa menulis sebanyak ini.
Kini saya sudah dua pekan berpikir ide-ide yang dapat dituangkan dalam bentuk
tulisan termasuk tulisan ini. Walaupun rasa malu level 2 itu masih saja
mengganggu.
Terakhir, saya juga ingin
mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang bergabung di group whatsapp sudah memberikan saya
motivasi untuk tidak merasa berkecil hati dengan tulisan yang saya publish apa adanya di blog. Terima kasih
Bapak/Ibu sudah mengatakan tulisan saya mantap, inspiring artikel, like,
menarik sekali, inspiratif. Kalau boleh curhat, 2 tulisan yang saya publish jika dhitung jari hampir 20 kali
saya baca sebelum di publish ke blog.
Itupun setelah di publish masih dibaca lagi setelah Bapak/Ibu mengomentari.
Dalam hati, bermakna tidak ya tulisannya atau hanya untaian kata-kata agar bisa
memenuhi kewajiban yang terlanjur bergabung di group whatsapp kepenulisan yang
dipandu oleh Bapak Dr. Ngainum Naim.
Akhir kata, hadirnya orang-orang
yang mengajak kita pada kebaikan adalah salah satu wujud pertolongan Allah swt.
atas doa-doa yang telah melangit disetiap sujud. Terima kasih.
Sangat menyentuh sayapun ingin mengucapkan terima kasih bu...
BalasHapusSama-sama pak. Terima kasih sdh berkomentar
HapusSelalu ada hikmah di setiap langkah yang dijalani.
BalasHapusiye bu. Terima kasih sudah berkomentr
HapusHal besar dimulai dari sebuah hal kecil.sama2 belajar dek... semoga kita tetap istiqomah menulis...
BalasHapusaamiin. Terima kasih bu atas motivasinya.
HapusBiiznillah..suatu niat baik mk hslnya akan baik pula dinda
BalasHapusiye bu. Terima kasih sudah memotivasi
HapusLuar biasa
BalasHapusTerima kasih bu
HapusMasya Allah... Suksess dan smngat sllu ibu dosen..
BalasHapus