Research Methodology E-Learning Era Covid-19

Sejak Negara Indonesia terpapar virus corona atau Covid-19, sejak itu pula pembelajaran daring (e-learning) mulai viral dilaksanakan di Indonesia. Walaupun notabenenya e-learning ini sebenarnya sudah lama dilaksanakan oleh sebagian pengajar di Indonesia. Termasuk penulis, sudah pernah melaksanakan pembelajaran daring tahun lalu 2019 via whatsapp. Walaupun belum maksimal seperti yang dilakukan 4 bulan terakhir ini (Maret,April,Mei, dan Juni, 2020).
Memang menjadi hal yang sangat urgent saat ini ketika pengajar dituntut untuk kreatif dan inovatif melaksanakan pembelajaran daring, sebab pelaksanaan pembelajaran daring ini cukup lama, mengingat virus corona hingga kini belum berakhir, Juni 2020.
Selama delapan kali pertemuan tepatnya pembelajaran daring yang dilaksanakan pada mata kuliah Metodologi Riset (Research Methodology), hasilnya cukup memuaskan. Hasil evaluasi terakhir menunjukkan sekitar 80% mahasiswa mampu menjawab final examination dengan baik  dengan standar soal yang diujikan cukup sulit. 
Adapun media online yang digunakan adalah Group whatsapp, email, dan google form. Ketiga media online tersebut memiliki role masing-masing dalam pembelajaran daring. 
Pertama, Group Whatsapp digunakan sebagai media komunikasi, diskusi, dan sharing dengan para mahasiswa. Model pembelajaran saat berada di platform ini tetap mengikuti model pembelajaran saat tatap muka, yakni tetap memperhatikan kegiatan awal, inti, dan akhir pembelajaran walaupun dalam kelas virtual. Pada kelas tatap muka, kegiatan awal yang dilakukan penulis biasanya mengecek kehadiran mahasiswa terlebih dahulu, namun di kelas online pengecekan kehadiran dilakukan di akhir perkuliahan dan tentunya menginformasikan terlebih dahulu kepada para mahasiswa agar mereka memperhatikan absensi serta tetap memberikan apersepsi dan motivasi sebelum memulai kelas. Untuk memastikan mahasiswa tetap stay diplatform saat penyampaian materi setiap saat mengecek whatsapp mereka melalui menu info yang tersedia di platform whatsapp. 
Persoalan bagaimana memastikan mahasiswa memahami materi yang diberikan maka penulis memberikan tugas berupa praktek langsung dilapangan secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan misalnya pada materi tentang teknik-teknik pengumpulan data, yang mana mahasiswa ditugaskan bagaimana melakukan wawancara dengan narasumber atau responden penelitian. Bukti tugas tersebut dikirim dalam bentuk video. Tugas lainnya dapat berupa latihan membuat angket atau kuisioner. Adapun tugas-tugas lainnya yang tidak membutuhkan praktik langsung cukup meminta mereka merekam hasil pemahaman mereka diawal pembelajaran dan meminta mereka merevieuw ulang hasil perkuliahan dengan tulis tangan lalu dikirim via email. Tugas-tugas yang diberikan tersebut tidak serta merta dikumpul begitu saja lalu dinilai oleh penulis tetapi penulis menyediakan waktu khusus untuk mengadakan sharing atau feedback atas tugas-tugas mereka. Tujuannya agar mereka mengetahui letak kesalahan mereka dalam mengerjakan tugas. Selain itu, tugas penulis lainnya sebagai pembimbing mata kuliah ini adalah bagaimana para mahasiswa mampu menyusun draft proposal penelitian dengan baik sebagai calon peneliti pemula. Tentu ini tidak mudah bagi penulis dalam kondisi yang serba terbatas saat ini, sebab mahasiswa banyak mengeluh persoalan referensi dan terkendala oleh jaringan internet yang tidak stabil namun tidak ada cara lain selain tetap memberikan tugas tersebut, mengingat di mata kuliah ini adalah langkah awal bagi mereka untuk belajar menyusun draft proposal penelitian, sehingga persoalan referensi ditempuh dengan meminta mereka membaca jurnal nasional atau artikel di internet dengan kelonggaran waktu yang cukup banyak. Akibatnya waktu pelaksanaan ujian akhir semester baru dapat dilaksanakan 15 Juni 2020 walaupun perkuliahan sebenarnya telah lama berakhir.
Kedua, email digunakan sebagai media bagi mahasiswa untuk mengirim tugas-tugas yang diberikan dengan memperhatikan format pengiriman tugas by email yang telah diberikan diawal perkuliahan. Tujuannya adalah agar inbox di email tidak full dan memudahkan saat tugas-tugas mahasiswa dicheck. Selain itu meringankan ruang penyimpanan di handphone
Ketiga, google form digunakan sebagai media ujian akhir semester. Google form ini dilengkapi dengan timer agar mudah mengontrol waktu mahasiswa saat ujian berlangsung. Caranya dengan menginstall timify.com pada formulir yang telah kita buat. Hasilnya dapat di lihat melalui link 
https://timify.me/link/KyO6q6YqW6zEpSEo/ALFIANSYAH-
Hal yang menarik lainnya adalah kita dapat menggunakan link-link yang berbeda untuk tiap peserta tes sehingga peluangnya terbatas untuk bertanya dan menghindari copy paste jawaban dari sesama peserta tes, sebab dibatasi oleh waktu yang dapat tertutup otomatis jika waktunya selesai. Selain itu, kita juga dapat menggunakan soal yang berbeda antar peserta tes dan menurut penulis penggunaan google form dengan penambahan timer ini cukup efektif dan efesien untuk pelaksanaan tes online.
Sebenarnya banyak aplikasi lain yang jauh lebih menarik dapat digunakan sebagai media e-learning seperti Zoom Meeting, Kaizala, Dojo, Google Classroom, dan Edmodo hanya saja sebaiknya disesuaikan dengan kondisi daerah dan kemampuan mahasiswa, sebab masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang jaringan internet providernya tidak mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran daring atau e-learning dan kemampuan ekonomi mahasiswa dalam membeli kuota.

Berikut beberapa contoh tugas mahasiswa pada pembelajaran daring (e-learning):


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermain Sekaligus Bermatematika

SEMINAR PROGRAM KERJA MAHASISWA KKN POSKO 79 DESA PANYILI KABUPATEN BONE TAHUN 2025

Quotes 1